Indikasi Sejumlah Proyek BPJN XV di Talaud Berbau Korupsi Puluhan Miliar

Diminta KPK Telusuri dan Tangkap Oknum - oknum Koruptor Proyek Bermasalah di Talaud
Proyek jalan lingkar Mianggas Kabupaten Talaud. 
TALAUD, Infosulut.com - Proyek besar pekerjaan rekonstruksi jalan lingkar Miangas tahun 2017 dengan anggaran Rp.51.962.800.000,- (Lima puluh satu miliar sembilan ratus enam puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah), diduga ada indikasi kerugian negara puluhan miliar rupiah lebih yang ditangani oleh PT. Mawatindo road construction di Kabupaten Talaud dan yang bertanggung jawab oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulut - Gorontalo.

Pasalnya, beberapa proyek tersebut sudah disoroti warga maupun sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulawesi Utara (Sulut) untuk ditndak tegas oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (biasa disingkat KPK), agar menangkap oknum-oknum yang terkait proyek yang diduga telah melakukan korupsi didalam proyek tersebut.

Terinformasikan, proyek tersebut ditangani oleh PPK di BPJN XV 16 PJN Wilayah 3 Kabupaten Talaud, Dantje Tulalo alias DT yang harus bertanggung jawab penuh terkait adanya kerugian negara hingga puluhan miliar tersebut.

Menurut salah satu LSM yang telah memegang data lengkap terkait proyek tersebut menyatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, tinggal menuggu aksi dari pihak KPK untuk ditindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan terkait dugaan-dugaan korupsi proyek bermasalah yang berada di Talaud.

Saat dikonformasi media ini, PPK di BPJN XV 16 PJN Wilayah 3 Kabupaten Talaud, Dantje Tulalo mengatakan, proyek jalan lingkar Miangas tidak ada korupsi, dalam proyek tersebut perlu dijelaskan hanya banyak kendala dalam transportasi material yang susah sekali salah satu faktor keterlambatan proyek itu.

"Ada beberapa kendala yang terjadi di proyek jalan lingkar Miangas yaitu, ada dua tongkang yang muat material hanyur terbawah ombak dan kerugian disitu diperkirakan 4 miliar lebih, baru pembebalasan lahan dan material tidak ditempat," jelas Tulalo baru-baru ini.

Lanjutnya, ada juga kendala dilapangan, didapat dalam proyek adanya lumpur yang harus dihadapi diperkirakan ada beberapa kilo yang harus di garuk dan diganti dengan batu untuk dipadatkan, sehingga proyek itu bisa kuat," tandasnya.

Penulis: Redaksi
TAG