Disinyalir Adanya Kerugian Negara, Kumtua Dipanggil BPK Periksa Dana Reses Legislator Sulut

 Disinyalir Adanya Kerugian Negara, Kumtua Dipanggil BPK Periksa Dana Reses Legislator Sulut
Ilustrasi temuan BPK. 
MANADO, Infosulut.com - Terindikasi adanya kerugian negara di setiap reses para Legislator Sulawesi Utara (Sulut). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di setiap Kabupaten/Kota di Sulut memanggil para Hukum Tua (Kumtua) dan Luruh, mempertanyakan kebenaran di setiap tempat kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulut.

Alhasil, BPK akhirnya menemukan adanya dugaan kerugian negara yang dilakukan para Legislator Sulut pada reses yang dilaksanakan sebelum-sebelumnya.

Dugaan reses yang merugikan uang negara yaitu reses WL alias Wenny, aknum anggota Dewan Sulut.

Salah satu Kumtua yang ditanya BPK terkait dana reses tersebut mengungkapkan, WL pernah melakukan reses ke Desa yang dia pimpin saat ini.

"Awalnya saya tidak tahu kenapa saya dipanggil BPK, setelah ditanya oleh pihak BPK, baru saya tahu. Reses para anggota Dewan Sulut yang dipertanyakan," ungkap salah satu Kumtua yang tidak mau disebutkan namanya, belum lama ini.

Lanjutnya, karena ada anggota Dewan Sulut yang datang reses ke Desa kami untuk melakukan reses, kami langsung menjawab setiap pertanyaan BPK dengan rinci.

"Saya jelaskan dengan benar apa yang ditanyakan BPK. Apalagi waktu lalu pak Wenny pernah melakukan reses di Desa saya. Reses pada waktu itu tidak ada sewa tempat/gedung dan tidak ada sewa kursih, karena sudah disiapkan oleh kami. Namun saat ditanya BPK, semua telah dimasukan dalam pertanggungjawaban reses anggota dewan dan jumlahnya cukup besar, " urainya.

Saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, Wenny Lumentut yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD sulut menjelaskan, dirinya tidak pernah memegang uang reses.

"Tanya ke staf pendamping. Mereka yg pegang doi. Saya tidak pernah pegang uang reses," tukas Wenny, Sabtu (28/04/2018).

Penulis: Redaksi
TAG