Kasus KTP-e Diduga Ada Nama-nama Yang Hilang

Santoso: Minta KPK Bertindak, Ungkap Tuntas

 Kasus KTP-E Diduga Ada Nama-Nama Yang Hilang
Gedung KPK. 
JAKARTA, InfoSulut.Com – Menjadi pembicaraan hangat dengan hilangnya nama-nama petinggi PDIP yang terjerat kasus KTP-e.  Juru bicara Komando Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) Santoso meminta KPK bertindak adil dalam mengungkap kasus korupsi E-KTP.

Menurut Santoso, nama-nama yang hilang dalam dakwaan Setya Novanto perlu diusut tuntas.

“Begitu juga dengan Anggota DPR yang lain Semisal Ganjar Pranowo 500 ribu USD, Oly Dondokambey 1.3 juta USD, Melchias Mekeng 1.5 juta USD serta Marzuki Ali 20 Miliar,” kata Santoso di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017).

Santoso juga mengatakan, KPK perlu mengusut tuntas keterlibatan Yasonna Laoly.

“Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamongan Laoly disebut turut menerima uang korupsi pengadaan E-KTP tahun anggaran 2011-2012, sebesar 84 ribu dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 1,1 miliar,” katanya.

Ia menceritakan, uang tersebut diterima Yasonna saat masih menjadi anggota Komisi II DPR bersamaaan dengan pembagian untuk Fraksi PDI Perjuangan.

“Nah Dalam surat tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto, Yasonna menerima dua tahap. Pertama adalah pemberian dari Miryam S Haryani,” terangnya.

Santoso berharap, KPK jangan membuat rakyat kecewa dan memberikan ruang beropini negatif terhadap kinerja KPK.


“KPK jangan pandang bulu dan menimbulkan opini di masyarakat bahwa KPK tidak independen dan di intervensi oleh orang – orang dengan kuasanya saat ini dapat timbulkan ‘Abuse of Power’,” tegas dia.

Editor: Ferlyando Sandala

Sumber: TT.com
TAG