Sumarsono: Anggaran Renovasi Kolam Ikan di DPRD DKI Tak Masuk Akal

 Sumarsono: Anggaran Renovasi Kolam Ikan Di DPRD DKI Tak Masuk Akal
Peresmian integrasi Transjakarta dan KWK. ©2017/imam buhori. 
JAKARTA, InfoSulut.com - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono yang dulu pernah menjabat Plt Gubernur DKI, pernah mengusulkan renovasi kolam ikan DPRD. Saat itu biaya yang diusulkan sebesar Rp 579 juta.

Namun karena alasan terlalu besar yang dianggarkan, maka usulan tersebut ditolak dan tidak disepakati.

"Yang jelas anggarannya terlalu besar, waktu itu Rp 500 juta. Pokoknya anggarannya enggak masuk akal, terlalu besar, terlalu mengada-mengada," kata Sumarsono saat dihubungi, Rabu (22/11/2017).

Sumarsono menilai kolam air mancur itu sebagai aset negara sehingga perlu diperbaiki dan dipercantik. Saat itu data perbaikan renovasi tersebut dinilai tidak wajar. Dia meminta anggaran kolam tersebut dikaji kembali.

"Jadi biar jadi bisa berfungsi dengan baiklah biar baik. Tapi anggarannya jangan terlalu besar, yang masuk akal lah kira-kirakan gitu. Karena itu kemarin anggaran sebesar itu enggak disetujui," terangnya.

Dan saat ini perbaikan kolam DPRD kembali dianggarkan saat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebesar Rp 620 juta. Sandiaga Uno tidak mempermasalahkan besaran anggaran perbaikan kolam air mancur DPRD yang sebesar Rp 620 juta. Menurut sandi, perbaikan ini perlu dilakukan karena di depan Balai Kota juga terdapat kolam air mancur yang terawat.

"Jadi teman-teman (media) di depan (Balai Kota) ada air mancur, di belakang juga mau ada ya kita hargai sebagai bentuk mungkin bisa menambah kesejukan di teman-teman di DPRD, dan meningkatkan persatuan antara ini baru nyambung kan antara eksekutif dan legislatif Alhamdulillah, jadi sebuah yang sejuk," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/11).

sumber: merdeka.com
TAG